Kebun Sayur Terakhir di Seram Selatan

oleh -170 views

Oleh: Ardiman Kelihu, Mahasiswa Pascasarjana UGM Yogyakarta

Sayur-sayur ini adalah hasil jalan-jalan pagi ke Desa Laimu, Kecamatan Telutih, Seram Selatan. Sayur-sayur ini diperoleh dari para pekebun di Desa Laimu yang mayoritasnya membuka ladang-ladang baru di tepi sungai Waelao, Laimu. Mereka berkebun dan berjualan langsung dari ladang-ladang yang letaknya di sepanjang pinggiran jalan trans Seram Selatan. Para pembeli dari desa-desa tetangga biasanya datang langsung ke kebun-kebun warga untuk membeli hasil kebun.
.
Dalam beberapa tahun terakhir, aktifitas berkebun justru makin banyak dilakukan masyarakat di desa-desa pesisir Selatan Seram yang tinggal ke arah timur Pulau Seram. Makin ke timur, makin banyak ladang-ladang baru warga yang dibuka. Sebaliknya, makin ke barat–ke arah pusat ibukota kabupaten, kebun-kebun sayur justru jarang dijumpai di desa-desa yang mayoritas ditinggali penduduk asli Tehoru-Telutih. Paling, hanya di dusun-dusun yg mayoritasnya adalah orang Buton. Orang Buton yg datang dari Sulawesi, pasca kerusuhan, cenderung bermata pencaharian sebagai nelayan dan menanam tanaman seperti singkong, keladi, dan petatas.
Mereka menempati dusun-dusun atau ujung-ujung desa yang ditemoati warga asli Seram Selatan.