Estafet Sang Marja’ Revolusi

oleh -2 Dilihat

-000-

Ayatollah Ali Khamenei diyakini secara luas merupakan keturunan ke-38 Nabi Muhammad Saw melalui garis keturunan putranya, Hussain Asghar, putra Imam Sajjad.

Sebagai seorang Sayyid (sebutan untuk keturunan Nabi dalam tradisi Islam), Khamenei diyakini memiliki garis nasab yang terhubung ke Nabi Muhammad. Ia sering memakai sorban hitam sebagai simbol kehormatan tersebut.

Ali Hosseini Khamenei lahir pada 19 April 1939 di kota suci Mashhad, Iran timur laut, dari keluarga ulama sederhana. Ayahnya, Sayyid Javad Khamenei, seorang tokoh agama dengan penghasilan terbatas.

Sang ayah membesarkannya dalam kehidupan asketis yang menekankan kesalehan, disiplin, dan kecintaan pada ilmu agama. Masa kecilnya diwarnai kesederhanaan yang kelak membentuk watak keras sekaligus ketahanan mentalnya.

Baca Juga  Ibu Hamil Kritis Harus Sewa Speedboat Rp2,5 Juta, Sistem Rujukan Laut BAHIM Dipertanyakan

Sebagai remaja, ia memasuki pendidikan agama tradisional dan kemudian melanjutkan studi ke Qom, pusat intelektual Syiah yang menjadi magnet bagi pelajar teologi dari seluruh Iran.

Di sana ia tidak hanya menyerap fikih dan tafsir klasik, tetapi juga menyaksikan pergulatan pemikiran politik Islam yang sedang berkembang di bawah bayang-bayang rezim monarki.

Di Qom, ia berguru kepada sejumlah ulama besar, termasuk Ayatollah Ruhollah Khomeini, tokoh oposisi religius yang kelak memimpin Revolusi Iran. Pertemuan intelektual dan spiritual ini menjadi titik balik penting.

No More Posts Available.

No more pages to load.