Euforia Piala Asia U23: Nasionalisme, Pendidikan, dan Olahraga

oleh -813 views

Support Nonhuman

Pemerintah sudah saatnya mengubah paradigma berpikirnya dalam membuat kebijakan. Selama ini orientasi tambal sulam kebijakannya masih sebatas utak-atik faktor human (SDM). Belum menyentuh sedikit pun pada kesadaran terhadap peran nonhuman (sarana, prasarana, dan properti).

Pemerintah harus memandang bahwa manusia tetaplah makhluk teknologi. Teknologi dalam hal ini bukan tentang mekanisme mesin digital atau sejenisnya, melainkan suatu bentuk alat bantu bertahan hidup.

Memakai pengertian posthumanisme, bahwa manusia adalah teknologi itu sendiri. Hubungan manusia dengan teknologi dalam arti ini tidak bisa dilepaskan.

Kalau hewan bertahan hidup dengan kemampuan yang melekat pada tubuhnya (cumi-cumi dengan tintanya, harimau dengan taringnya, ular dengan bisanya, dsb), sedangkan manusia bertahan hidup dengan teknologinya.

Artinya, pemerintah harus sadar bahwa peran teknologi sangatlah penting sebagai bekal bertahan dan keadaptifan. Teknologi dalam kajian pendidikan dan sekolah tentu merujuk pada support sistem (nonhuman), yaitu berupa sarana prasarana.

Baca Juga  Real Madrid Resmi Boyong Carlos Espi dari Levante, Striker Muda Bertalenta Diikat hingga 2031

Kalau dipikir lebih jernih, sebenarnya pemenuhan sarana prasarana lebih mudah diimplementasikan ketimbang utak-atik kebijakan yang berorientasi pada kurikulum. Sarana prasarana ini wujudnya jelas, materinya nampak, dan untuk memenuhi itu cukup membutuhkan pendanaan (uang).

No More Posts Available.

No more pages to load.