Fraksi NasDem DPRD Halsel Bongkar Catatan APBD 2026

oleh -4 Dilihat
Fraksi NasDem menyoroti sejumlah persoalan mendasar, mulai dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD), dominasi belanja operasional, tumpang tindih program antar-OPD, hingga lemahnya sistem perlindungan terhadap perempuan dan anak di wilayah kepulauan.

Program pemberdayaan ekonomi masyarakat, bantuan sosial atau hibah, pelatihan UMKM hingga pembangunan infrastruktur disebut perlu dipetakan agar tidak terjadi duplikasi kegiatan, overlapping program maupun double budgeting.

“Pemerintah daerah harus memastikan tidak ada program yang dikerjakan berulang oleh OPD berbeda dengan sasaran yang sama,” tegas Fransiska.

Fraksi NasDem juga memberikan perhatian serius terhadap struktur belanja daerah yang dinilai masih terlalu didominasi belanja operasional dibandingkan belanja modal.

Menurut Fraksi NasDem, belanja operasional memang diperlukan untuk menjalankan roda pemerintahan, termasuk membiayai gaji, tunjangan, operasional perangkat daerah serta kebutuhan publik yang mendesak.

Namun, apabila porsinya terlalu dominan hingga mempersempit ruang fiskal untuk belanja modal, kondisi tersebut dinilai dapat menghambat pembangunan jangka panjang.

Baca Juga  Michel Platini Desak Gianni Infantino Mundur dari Presiden FIFA, Soroti Sejumlah Kontroversi

“Dominasi belanja operasional yang secara signifikan menggerus alokasi belanja modal mencerminkan struktur APBD yang kurang sehat dan belum berorientasi pada pembangunan jangka panjang,” kata Fransiska.

Di luar persoalan fiskal, Fraksi NasDem juga membawa isu perlindungan perempuan dan anak ke dalam pembahasan perubahan APBD 2026.

No More Posts Available.

No more pages to load.