“Masih terdapat kelemahan dalam menjalankan fungsi pengelolaan pariwisata, baik dalam tata kelola maupun pengoptimalisasian PAD. Bahkan, masih sering terjadi kebocoran atau losing control terhadap sumber-sumber PAD,” kata Fransiska.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di Halsel.
Belanja Operasional Dominan, Program Tumpang Tindih hingga Perlindungan Anak
Selain sisi pendapatan, Fraksi NasDem juga mempertanyakan struktur belanja dalam perubahan APBD 2026.
Fraksi NasDem meminta pemerintah daerah meninjau kembali sejumlah penambahan anggaran dalam perubahan PPAS, termasuk pada Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan serta sejumlah kecamatan.
Sebagian penambahan anggaran tersebut dinilai masih cenderung konsumtif dan belum menunjukkan dampak langsung yang signifikan terhadap masyarakat.
Karena itu, setiap perubahan maupun penambahan anggaran diminta benar-benar didasarkan pada kebutuhan prioritas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Persoalan lain yang turut disoroti adalah adanya kesamaan fungsi, irisan tugas hingga dugaan tumpang tindih program dan kegiatan di sejumlah OPD.
Fraksi NasDem meminta pemerintah daerah melakukan inventarisasi dan pemetaan ulang terhadap seluruh program yang memiliki kemiripan.









