Kritik semacam ini menandai bahkan sebelum rencana pembangunan dilaksanakan, sudah ada oposisi signifikan terhadap struktur politik dan legal yang mendasarinya.
4. Jared Kushner dan “New Gaza”: Rencana Rekonstruksi Ambisius ala Kolonial
Pada saat yang sama dengan peluncuran Board of Peace di Davos, Jared Kushner — mantan penasihat senior dan menantu Trump — mempresentasikan master plan baru untuk Gaza yang sering disebut “New Gaza”.
Rencana ini lebih terperinci dibandingkan sekadar istilah “Gaza Riviera”, dan mencakup berbagai aspek pembangunan infrastruktur, ekonomi, serta tata kota yang dikemas dalam beberapa fase proyek utama.
Rencana New Gaza ini mencakup beberapa komponen besar:
Transformasi fisik kota Gaza, termasuk kawasan pesisir dengan 180 menara, zona industri, dan fasilitas hiburan kelas dunia.
Perumahan massal di Rafah dengan target lebih dari 100.000 unit rumah, sekolah, dan fasilitas kesehatan untuk mendukung kehidupan sosial masyarakat setempat.
Pembangunan infrastruktur besar seperti pelabuhan baru, bandara, jalur rel, dan sistem jalan yang menghubungkan pusat-pusat urban.
Rencana penciptaan lapangan pekerjaan melalui investasi komersial dan dukungan sektor swasta, dengan target ratusan ribu pekerjaan baru di berbagai sektor ekonomi.
Menurut presentasi Kushner, total investasi yang dibutuhkan diperkirakan lebih dari USD25 miliar, dan rencana tersebut dimaksudkan untuk menciptakan ekonomi yang lebih mandiri serta mengurangi ketergantungan Gaza pada bantuan internasional.









