Porostimur.com, Jakarta — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4/2026) pagi, menelan korban jiwa serta menyebabkan kerusakan di sejumlah daerah.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan episenter di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, pada kedalaman 62 kilometer.
BMKG juga sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami dan menetapkan status siaga serta waspada di sejumlah wilayah pesisir di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
“Pemutakhiran, peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara,” demikian keterangan resmi BMKG.
Korban Jiwa di Manado
Korban jiwa dilaporkan terjadi di Kota Manado, tepatnya di area Gedung Olahraga KONI Sario, akibat runtuhnya sebagian bangunan saat gempa berlangsung.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Deice Lahia (69), seorang wirausaha asal Tateli, Kabupaten Minahasa.
Selain itu, satu anak dilaporkan mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Lingkungan 3 Kecamatan Sario Utara, Fadli Ali, membenarkan peristiwa tersebut saat ditemui di lokasi kejadian.








