Fenomena ini, kata dia, menunjukkan bahwa kekuasaan kini tidak hanya dipertahankan melalui kebijakan dan jaringan politik, tetapi juga lewat pengendalian narasi digital yang presisi.
Pertarungan citra antara pemerintah dan publik membuat batas antara komunikasi pemerintahan dan propaganda politik semakin kabur. (Tim)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com









