Porostimur.com, Ternate — Di tengah gencarnya pembangunan dan publikasi kinerja Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda, persoalan pendidikan justru masih menyisakan angka yang sulit diabaikan.
Data Satu Data Maluku Utara tahun 2025 mencatat sebanyak 1.819 siswa jenjang SMA dan SMK mengalami putus sekolah.
Angka tersebut terdiri dari 1.146 siswa SMA dan 673 siswa SMK.
Data itu menjadi sorotan Wakil Ketua DPW PAN Maluku Utara, Iswan Abubakar. Ia meminta pemerintah tidak hanya fokus membangun citra dan mempublikasikan capaian pembangunan, tetapi juga serius menangani persoalan mendasar yang menyangkut masa depan generasi muda Maluku Utara.
“Di balik polesan kamera dan pencitraan pemerintah, masih ada ribuan anak Maluku Utara yang kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan. Ini yang harus menjadi perhatian utama pemerintah provinsi Maluku Utara,” tegas Iswan, Minggu (6/9/2026).
Menurut Iswan, angka 1.819 siswa putus sekolah pada jenjang SMA dan SMK seharusnya menjadi peringatan serius bagi Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama pemerintah kabupaten/kota.
Persoalan itu tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah, tetapi tersebar di sejumlah daerah di Maluku Utara.










