Hamas Sebut Pemilu sebagai Kesempatan Bersejarah
Badran menyebut pemilu mendatang sebagai sebuah “kesempatan bersejarah” untuk mengubah lanskap politik Palestina.
Ia berharap pemilu dapat menjadi jalan untuk mengakhiri apa yang disebutnya sebagai dua dekade pengambilan keputusan sepihak terkait urusan nasional Palestina.
Badran juga mengkritik kepemimpinan Palestina saat ini yang menurutnya menentukan waktu dan mekanisme pemilu tanpa melalui konsensus nasional yang luas.
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan pemilu 2006 dan rencana pemilu 2021 yang menurutnya dibangun melalui proses konsensus politik yang lebih terperinci.
“Pemilu ini sudah lama tertunda,” ujarnya.
Menurut Badran, penetapan jadwal November 2026 semestinya tetap disertai proses musyawarah yang melibatkan berbagai kekuatan politik Palestina.
Bagi Hamas, keterlibatan seluruh faksi menjadi penting agar pemilu tidak sekadar menghasilkan perubahan komposisi politik, tetapi juga membuka jalan bagi penyatuan kembali sistem politik Palestina yang selama bertahun-tahun terpecah.
Pemilu Legislatif Dijadwalkan 28 November
Presiden Mahmoud Abbas sebelumnya mengumumkan pemilihan legislatif Palestina akan digelar pada 28 November 2026.
Agenda tersebut direncanakan dilanjutkan dengan pertemuan Dewan Nasional Palestina serta pemilihan presiden pada 2027.









