NCKL memandang bijih nikel kadar tinggi (saprolit) dengan produk turunan berupa feronikel, kebutuhan akan stainless steel masih dibutuhkan banyak sektor seperti otomotif hingga peralatan rumah tangga.
Sementara peluang bagi produk turunan bijih nikel kadar rendah (limonit) berupa MHP, nikel sulfat, dan kobalt sulfat sebagai produk bahan baterai kendaraan listrik tetap terbuka lebar seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap kendaraan listrik berbasis baterai yang ramah lingkungan.
“Kebutuhan dunia terhadap baja nirkarat atau stainless steel dan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik dunia menjadi dua aspek utama yang menentukan prospek nikel di tahun ini,” kata Roy.
Meskipun demikian, kondisi makro ekonomi yang menantang saat ini, ditambah dengan tingginya pertumbuhan produksi nikel di Indonesia juga mempengaruhi pasar nikel dunia.
Hal ini akan membentuk ekuilibrium baru, baik untuk suplai dan permintaan nikel dunia maupun dari sisi harga. Peningkatan kondisi ekonomi global dalam waktu mendatang diharapkan dapat turut mendorong pertumbuhan permintaan akan produk turunan nikel dan meningkatkan prospek industri nikel secara keseluruhan.
sumber: bisnis









