HisteriAnies

oleh -171 views

Oleh: Adhie M. Massardi, Inisiator Gerakan Indonesia Bersih (GIB); Mantan Jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid

ANIES seperti punya daya magis. Ke mana pergi disambut histeria massa. Panggung sederhana Desak Anies melahirkan gaung sambung-menyambung. Bikin lawan-lawan politiknya terbingung-bingung.

 Apa pun yang disentuh nimbulkan gemuruh. Platform TikTok yang selama ini banyak dipakai sarana joget begitu disentuh Anies jadi “PoliTikTok”. Goyang gemoy pun letoy. Di TikTok mereka benar-benar keok.

 Beberapa detik saja muncul di videotron, Anies bisa bikin panggung politik terguncang. Lahir drakor (drama kotor). Kisahnya penguasa kelam menancapkan kuku besinya yang karatan untuk memastikan kekuasaan hanya berputar di lingkaran keluarga. Tapi dinasti sudah terlanjur dinista.

Daya magis Anies juga membuat kata menjadi mantra. Kata perubahan adalah solusi untuk membongkar kebuntuan dan keputusasaan. Menjanjikan keadilan dan kesejahteraan. Memesona secara lintas batas. Tak soal Generasi X, Y, Z, yang milenial maupun yang kolonial. Tapi jadi ancaman bagi pemegang kekuasaan.

Baca Juga  Ketua IKA Unidar Bukan Sekadar Seremonial: Ada Amanah Besar yang Menunggu untuk Ditunaikan

 Maka para pendukung Anies bergerak secara organik. Tumbuh tanpa harus disentuh. Mandiri karena memang berdikari. Berhimpun di atas kaki sendiri.

No More Posts Available.

No more pages to load.