Hitam Putih

oleh -16 Dilihat

Cerpen Karya: Farahdila Zulva Maulana

Zahra menahan napas ketika sampai di depan pintu kelasnya. Pak Rafi pasti sudah masuk. Matilah dia. Lalu, dengan pelan, ia membuka pintu kelas. Bersamaan dengan itu, seisi kelas menjadi hening. Ia mengernyit tak mengerti. Pintu sudah terbuka sepenuhnya. Mata Zahra langsung berkeliaran mencari guru dan menemukan Pak Rafi yang sedang bersidekap dan menatapnya tajam. Zahra meringis kemudian melangkah masuk.

“Maaf pak, saya telat.”
“Dari mana kamu?”
“Dari toilet pak.”
Mata Pak Rafi menyipit. Berusaha mencari kebohongan di matanya. “Ya sudah, duduk.”
Zahra menghela napas lega. Pikirnya Pak Rafi akan menghukumnya di depan kelas seperti yang dilakukannya pada Tama kemarin.

Baca Juga  Dari Mekkah ke Teheran, Bagaimana Lanskap Keamanan Timur Tengah Bergeser?

Zahra segera mengambil buku catatannya ketika sudah duduk di kursinya. Membuka lembar demi lembar kertas di bukunya sebelum berhenti di materi pertemuan terakhir.

“Aji Maulana Pratama.”
“Hadir.”
“Arif Jailani.”
“Hadir.”
“Azzahra Levina.”
Sontak, Zahra mengangkat tangannya. “Hadir.”
Namun, Pak Rafi mengerutkan keningnya. Mendongakkan kepalanya beberapa kali seakan mencari seseorang. Zahra dan teman-teman kelasnya pun kebingungan.

“Azzahra Levina.” Ulangnya dengan suara yang cukup keras.
Zahra dengan wajah herannya mengangkat tangan ragu. Bukankah dia sudah menjawabnya tadi? Tapi kenapa Pak Rafi memanggilnya lagi? Apa suaranya kurang keras? Berbagai pertanyaan berkecamuk di kepalanya.