Hitam Putih

oleh -16 Dilihat

“Terima kasih, sudah menjadi sahabatku.”

Malam semakin gelap. Teman-teman yang lain pun berangsur pamit pulang. Hanya tinggal beberapa orang saja. Termasuk dirinya dan Wati serta Oman yang masih asyik menyalakan kembang api. Zahra dan Wati duduk menatap kembang api di langit. Tak ada pembicaraan di antara mereka. Hening. Hening yang nyaman. Mereka hanya sedang menikmati indahnya malam. Zahra mengetatkan jaketnya ketika angin malam menusuk kulitnya. Sedangkan Wati nampaknya tak terusik sama sekali. Masih diam menatap langit malam yang kini tak lagi terdapat warna-warni kembang api. Melihat langit hitam di atasnya, Zahra jadi teringat sesuatu. Tanpa sadar menghela napasnya. Wati yang melihat hal itu pun bertanya, “Ada apa?”
“Hah? Eh.. aku? A-aku ngga papa kok.” Zahra tersenyum kaku.
“Cerita saja.” Ucapan Wati membuatnya tersentak. Ternyata Wati menyadari kegusarannya.

Baca Juga  Raih Ballon d’Or 2026, Harry Kane Cetak Sejarah sebagai Pemain Inggris Pertama dalam 25 Tahun

“Wati, aku ingin bertanya.” Wati diam mendengarkan.
“Kenapa harus ada warna hitam di dunia ini?”
Wati tak langsung menjawab. Bahkan sampai 3 menit kemudian, ia hanya diam menatap langit. Hingga membuat Zahra berasumsi kalau Wati tak mendengarnya atau bahkan tak mempedulikannya. Namun, dugaannya meleset ketika mendengar jawaban yang keluar dari mulut Wati.