Ibnu Sina, Filsuf Besar yang Hafal Al-Qur’an pada Usia 10 Tahun

oleh -48 views
Ibnu Sina meninggal pada Juni 1037, pada usia 58 tahun setelah lama menderita sakit perut. Foto/Ilustrasi: Ist

Seorang Muslim yang taat, Ibnu Sina muda mendedikasikan banyak waktunya untuk mempelajari teks-teks Islam dan filsafat Yunani, berusaha mengawinkan keduanya dengan membuktikan keberadaan Tuhan menggunakan logika dan nalar, bukan keyakinan buta.

Pada usia 32 tahun, ulama tersebut diangkat menjadi wazir negara Buyid setelah merawat emirnya, Syams al-Dawla. Setelah raja meninggal, Ibnu Sina menolak tawaran yang dibuat oleh putra dan penerusnya untuk melanjutkan peran tersebut.

Ini yang Membuat Ibnu Sina Terkenal

Sebagai seorang dokter, salah satu kontribusi Ibnu Sina yang paling menonjol adalah bukunya Al-Qanun fi al-Tibb (The Canon of Medicine), sebuah ensiklopedia yang berosilasi antara pengetahuan medis yang diperoleh dari zaman dahulu dan penemuan yang lebih kontemporer oleh para ilmuwan Islam.

Baca Juga  Lagi! KPK Periksa 2 Saksi di Kasus Dugaan TPPU Eks Gubernur Maluku Utara AGK

Buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Latin selama abad ke-12, dan dari sana digunakan sebagai teks referensi di seluruh universitas Eropa hingga pertengahan abad ke-17.

Selain memaparkan 600 potensi penyembuhan penyakit umum, Ibnu Sina juga memaparkan anatomi bagian tubuh, seperti mata dan jantung. Seorang ahli botani yang terampil, dia juga menyebutkan efek tanaman dan akar pada tubuh manusia.

No More Posts Available.

No more pages to load.