Ibnu Sina, Filsuf Besar yang Hafal Al-Qur’an pada Usia 10 Tahun

oleh -48 views
Ibnu Sina meninggal pada Juni 1037, pada usia 58 tahun setelah lama menderita sakit perut. Foto/Ilustrasi: Ist

Periode tersebut ditandai dengan runtuhnya otoritas pusat Kekhalifahan Abbasiyah yang berbasis di Baghdad dan kebangkitan entitas Muslim independen.

Terlepas dari ketidakstabilan politik relatif ini, suasana ramah intelektual yang telah dipupuk Abbasiyah di dunia Islam tetap bertahan, dengan beasiswa yang sangat terlibat dalam studi agama. Dalam konteks inilah Ibnu Sina dibesarkan oleh seorang ayah yang mengadopsi Islam Syiah cabang Ismailiyah.

Sementara Ibnu Sina muda tidak mengikuti jejak agama ayahnya, memilih sekolah Islam Sunni Hanafi, kemungkinan besar perdebatan dengan Ismaili bersifat formatif dalam perkembangan intelektualnya, baik agama maupun sekuler.

Berbicara tentang interaksinya dengan Ismailiyah dalam otobiografinya, Ibnu Sina menulis: “Saya akan mendengarkan mereka dan memahami apa yang mereka katakan tetapi jiwa saya tidak akan menerimanya… lidah tentang filsafat, geometri, dan aritmatika India.”

Baca Juga  Wabup dan Sekda Kepulauan Sula Hadiri Tasyakuran 10 Muharram Keluarga Jawa

Khas intelektual Islam lainnya pada masa itu, pendidikan Ibnu Sina adalah campuran mata pelajaran agama dan sekuler, seperti matematika, kedokteran, dan filsafat. Pada usia 10 tahun dia telah menghafal Al-Qur’an, dan pada usia pertengahan remaja dia telah mendapatkan reputasi sebagai seorang dokter.

No More Posts Available.

No more pages to load.