Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Suatu ketika Amr bin al-Ash bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling kau cintai?’ Beliau menjawab, ‘Aisyah’. Kemudian ia bertanya lagi ‘Dari kalangan laki-laki?’ Beliau menjawab, ‘bapaknya’.” (HR Bukhari dan Muslim)
7. Menasehati Istri dengan Cara yang Baik
Manusia tak pernah lepas dari yang namanya kesalahan, begitupun juga istri. Jika suatu saat istri melakukan kesalahan baik besar ataupun kecil, sebaiknya suami hendak bersabar.
Selain itu, jangan lupa memberikan nasehat kepada istri agar tidak melakukan kesalahan serupa. Hal ini dilakukan supaya istri tidak larut dalam kesedihan dan semakin merasa bersalah atas perbuatannya.
Dalam buku Rumah Tangga Surgawi oleh Holilur Rohman, terdapat hadits yang menjelaskan bagaimana cara menasehati perempuan yang benar. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «المَرْأَةُ كَالضِّلَعِ، إِنْ أَقَمْتَهَا كَسَرْتَهَا، وَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيهَا عِوَجٌ»
“Istri itu (terkadang) seperti tulang rusuk (yang bengkok dan keras). Jika kamu luruskan, kamu bisa mematahkannya. Jika kamu (biarkan, dan tetap) menikmatinya, maka kamu menikmati seseorang yang ada kebengkokan (kekurangan) dalam dirinya”. (Sahih Bukhari, no. hadits: 5239)










