Ini Bahaya Aplikasi FaceApp. Jangan Sembarang Digunakan

oleh -77 views
Link Banner

@porostimur.com | Ambon: Apakah halaman media sosial Anda telah dipenuhi oleh wajah-wajah orangtua dari teman seusia Anda saat ini?

Jika Ya, berarti aplikasi FaceApp telah digunakan oleh rekan Anda dan hal itu telah menjadi viral dan ramai digunakan para pengguna yang kemudian dibagikan di situs media sosial mereka.

Aplikasi ini memang terlihat unik, karena algoritma AI mampu mengubah wajah seseorang menjadi lebih tua 30 hingga 40 tahun kemudian. Tapi perlu diingat, ada bahaya di dalamnya!

Viralnya atau ramainya aplikasi FaceApp sendiri telah menjadi tren sejak 2017 lalu, bahkan hingga saat ini hal itu masih terus berlangsung hingga muncul tagar #AgeChallenge.

Link Banner

Feed media sosial di seluruh dunia tengah diramaikan dengan gambar atau foto wajah seseorang yang Anda kenal masih remaja, menjadi keriput bahkan sangat mirip dan dijadikan sebagai perkiraan wajah dalam waktu 30 tahun hingga 40 tahun kemudian.

Baca Juga  Dinkes Halsel, FPII dan LAI Sambangi Yumna Azahra, Bocah Penderita Tumor

Sebenarnya selain filter ‘old’ yang bisa membuat wajah menua, ada filter bintang lainnya dari FaceApp yang juga banyak digunakan orang. Seperti filter ‘kids’.

Namun sayangnya metode filter anak ini tidak bekerja dengan baik, aplikasi masih melakukannya dengan kesalahan atau ketidak cocokkan tidak sebagus filter ‘old’ yang lebih bagus dan banyak dipakai para pengguna.

Lebih dari 100 juta pengguna Android telah mengunduh dan menggunakan FaceApp selama dua setengah tahun sudah tersedia di toko aplikasi.

Bahkan hingga saat ini, aplikasi masuk dalam daftar terlaris #1 teratas dan #2 teratas di Apple App Store, yang berarti bahwa jumlah yang sama dari pengguna iOS telah mengunduh dan menggunakannya. 

Filter aplikasi FaceApp memang terlihat seperti filter aplikasi biasa, algoritma AI mengubah wajah seorang dalam foto untuk menjadi lebih tua.

Baca Juga  Egianus Kogoya Cs Incar Freeport, Kapolda Papua: Mudah-mudahan Kami Bisa Lumpuhkan Mereka

Semuanya tampak seperti aplikasi filter wajah yang tidak berbahaya, namun sebenarnya ada beberapa kekhawatiran yang serius dan perlu diperhatikan tentang privasi aplikasi yang bisa menjadi bumerang bagi pengguna. 

Mengutip dari laman phonearena, disebutkan bahwa aplikasi FaceApp dikembangkan oleh perusahaan Rusia yang disebut Wireless Lab. Perusahaan menerapkan syarat & ketentuan penggunaannya sangat minim perlindungan privasi.

you grant FaceApp a perpetual, irrevocable, nonexclusive, royalty-free, worldwide, fully-paid, transferable sub-licensable license to use, reproduce, modify, adapt, publish, translate, create derivative works from, distribute, publicly perform and display your User Content and any name, username or likeness provided in connection with your User Content in all media formats and channels now known or later developed, without compensation to you”

Pada intinya, Anda telah memberikan aplikasi FaceApp semua informasi yang ada pada perangkat tanpa sub-lisensi selamanya.

Baca Juga  Akrab di Manchester City, De Bruyne bela Sterling dari ejekan

Sehingga perusahaan berhak mengolah, ketentuan ini tidak dapat dibatalkan, tidak eksklusif, bebas royalti, dibayar penuh, foto dapat ditransfer untuk digunakan, mereproduksi, memodifikasi, mengadaptasi, menerbitkan, menerjemahkan, membuat karya turunan dari, mendistribusikan, melakukan dan menampilkan secara publik, Konten Pengguna.

Perusahaan dapat mengolah foto yang telah dibuat, menerbitkannya dan menggunakannya sesuka hati tanpa ada tuntutan dari pihak pengguna. Jadi, begitu Anda mengunduh dan menggunakan FaceApp,

Anda memberi perusahaan Rusia ini hak eksklusif untuk melakukan apa pun yang diinginkan dengan foto apa pun yang Anda unggah ke aplikasi. Bahkan, bisa saja foto Anda berakhir di papan iklan suatu tempat dan Anda tidak berhak melakukan tuntutan atau komplain di dalamnya. (red)