Lima Hari Gempa Halsel Berlalu, Pemprov Malut Baru Tetapkan Status Tanggap Darurat

oleh -63 views
Link Banner

@porostimur.com | Ternate: Pemerintah Provinsi(Pemprov) Maluku Utara (Malut)  akhirnya menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 di kabupaten Halmahera Selatan, setelah lima hari bencana berlalu.

Gubernur Maluku Utara sekaligus menunjuk Danrem 152/Babullah Kolonel (Inf) Endro Satoto sebagai komandan operasi (Insiden Komando).

Kepala Biro Protokoler, Kerjasama dan Komunikasi Publik Pemprov Maluku Utara, Mulyadi Tutupoho di Ternate, Kamis (18/7), mengatakan, keputusan status keadaan tanggap darurat untuk tingkat provinsi agar dapat membantu atau mendukung pemerintah kabupaten Halmahera Selatan, terutama dalam melakukan penanggulangan bencana di daerah tersebut.

“Jadi, status tanggap darurat ini bernomor 393/KPTS/MU/2019 mengenai penetapan status keadaan darurat bencana di Kabupaten Halmahera Selatan hanya untuk memback-up pemda kabupaten, bukan mengambil alih tugas-tugas pemda kabupaten,” ujar Mulyadi.

Keterlambatan pemerintah provinsi dalam mengeluarkan Status Tanggap Darurat ini mendapat kecaman dari sejumlah pihak.

Koordinator Penggalangan Bantuan Palang Merah Indonesia Maluku Utara, Hasby Yusuf kepada porostimur.com mengatakan, pemerintah daerah sepertinya tidak ambil pushing dengan bencana yang menimpa rakyatnya dan malah sibuk dengan urusannya sendiri.

Baca Juga  Pangdam XVI/ Pattimura Bakal Raih Pangkat Bintang Tiga

“Bayangkan rakyatnya tertimpa musibah tapi gubernurnya malah sibuk dengan urusan ekspor nickel, tender proyek lalu berangkat ke Jakarta. Ini kan aneh. Saya tidak mengerti dengan pemerintah saat ini”, kata Hasby.

Sikap yang sana datang dari kalangan akademisi. DR. Mohtar Adam kepada media ini mengatakan dirinya sangat tidak mengerti apa sesungguhnya yang tengah dipikirkan oleh gubernur.

“Bayangkan ditengah penderitaan rakyatnya, gubernur malah ke Jakarta. Sementara para pejabat seperti Kapolda, Danrem dan lain-lain justru berjibaku dengan masyarakat. Gubermurnya malah pergi”, katanya.

Diketahui, Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba pada hari Minggu 14 Juli 2019, melepas ekspor perdana Ore milik PT. Tekindo di Halmahera tengah.

Besoknya Senin 15 Juli 2019, gubernur membuka acara rapat kerja UKPBJ se Maluku Utara, lantar bertolak ke Jakarta. Abdul Gani Kasuba baru memgunjugi para korban gempa pada Kamis (11/7) siang tadi, bersamaan dengan kehadiran Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen, Doni Monardo dan Panhdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H.

Baca Juga  Kemenhub Ingatkan Adanya Cuaca Ekstrim Akibat Badai PHANFONE” 994 hPa di Utara Halmahera dan Papua

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara Ali Yau menyatakan, dengan adanya status keadaan darurat yang dikeluarkan Pemprov Malut ini akan ada langkah-langkah dilakukan dalam membantu Pemkab Halmahera Selatan.

Apalagi, Pemda Halmahera Selatan telah mengeluarkan SK Tanggap Darurat dengan nomor 184/2019 selama 7 hari sejak 15 – 21 Juli tahun 2019. Pemda setempat yang dibantu TNI dan Polri telah mendirikan dapur umur di Labuha untuk penanganan pengungsi di 9 lokasi pengungsian dengan jumlah 54.789 jiwa.

“Pemda Halmahera Selatan telah menurunkan tim yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, RAPI, PMI, ACT (Aksi Cepat Tanggap) untuk mendistribusikan logistik ke lokasi pengungsian di Kec. Bacan Timur, Kecamatan Bacan Timur Tengah Kecamatan Gane Dalam, Kecamatan Gane Timur dan Kecamatan Gane Barat,” ujarnya.

Baca Juga  Kapolda Maluku Janji Telusuri Pelaku Pengibaran Bendera RMS di Pengadilan Tipikor Ambon

Korem 152/Babullah Ternate sebelumnya membuat posko mobile yang bertujuan untuk mengelola alur distribusi bantuan logistik maupun pengerahan pasukan di lokasi bencana dalam rangka tanggap darurat bencana alam di wilayah Halmahera Selatan.

Tim posko mobile yang berjumlah 30 orang turun ke lokasi terdampak gempa 7,2 SR di Halsel dan membawa bantuan logistik berupa makanan, air mineral, perlengkapan bayi dan keperluan lainnya menuju Posko di wilayah Saketa .

Seluruh personel TNI telah bergerak ke lokasi terdampak dan membangun posko-posko guna memastikan penyaluran logistik maupun kebutuhan baik para pengungsi maupun korban dapat terpenuhi. (red)