Ini Cerita Salah Satu Penumpang Soal Terbakarnya KM Karya Indah

oleh -3.053 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Fadli T. Aba adalah salah satu korban terbakarnya kapal penumpang, KM. Karya Indah pada Sabtu (29/5/2021) di perairan Lifmatola Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) yang berhasil diselamatkan oleh nelayan dari Desa Bajo.

Fadli menceriterakan, dirinya bersama istri ada di pojok bagian belakang tepat di atas mesin. Pada saat dia dan istrinya sedang tidur, diperkirakan sekitar jam 6 lewat, pagi tadi, terlihat ada asap yang keluar dari mesin.

Fadli bilang asap hitam itu memenuhi ruangan dek kapal, hingga mengganggu pernapasan.

Fadli yang juga anggota Satuan Brimob Polda Malut berpangkat Bharatu itu bilang, penumpang yang lain juga masih dalam keadaan tertidur.

“Jadi begitu asap makin tebal, para penumpang yang tiba-tiba kaget, kemudian berhamburan mengambil pelampung renang, dan itu ABK kapal memerintahkan untuk keluar,” kisahnya.

Baca Juga  Komnas HAM: Pemidanaan Karena Kritik Terhadap Pemerintah Meningkat

Berselang satu jam lebih, lanjut Fadli, ABK meminta semua penumpang ke dek depan di haluan kapal. “Tiba-tiba mendengar suara ledakan yang sangat besar, kaca-kaca sudah mulai pecah, dan di bagian belakang tepat di atas mesin terlihat sudah hangus. Hampir semua penumpang sudah lompat ke laut, hanya separuhnya yang belum mengambil keputusan untuk lompat, namun pada akhirnya semua pengambil keputusan untuk lompat,” bebernya.

Mengingat peristiwa dramatis yang dialami pagi tadi, Fadli mengaku merasa sangat trauma. Namun ia merasa bersyukur, ledakan terjadi bukan pada saat penumpang masih tertidur.

“Secara pribadi, saya merasa trauma, apalagi saya bersama istri yang tidak tahu berenang. Jadi, secara manusiawi tentunya takut karena ada juga bunyi ledakan. Beruntung, ledakan terjadi bukan pada saat kami tertidur,” jelasnya.

Baca Juga  1 Tewas Puluhan Bangunan Rusak Akibat Gempa Susulan M 5.2 Guncang Ambon

Fadli dan beberapa korban lainnya, berhasil diselamatkan oleh nelayan Suku Bajo dan dievakuasi ke Desa Waisakai, sebelum dijemput Tim SAR Gabungan dan dibawa ke Kota Sanana.

“Kami diselamatkan oleh nelayan Bajo. Ada satu motor katinting entah dari mana, dia melihat kami, dan muncul untuk mengangkut kami lalu dibawa ke salah satu pulau, setelah itu baru lanjut dievakuasi ke Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur,” tutupnya. (am)

No More Posts Available.

No more pages to load.