Hingga berita ini dipublis, korban sudah sepuluh hari berada di Pulau Wetar di tengah keterbatasan uang yang tinggal tersisa hanya tiga puluh ribu rupiah.
“Sementara itu, untuk memudahkan akses komunikasi, maka korban diminta bergeser dan bertahan di Desa Masapun (Mahuan),’ ujarnya.
Fadli menambahkan, korban rencananya akan dipulangkan menuju Makassar, pada hari, Rabu, 27 Desember 2023 dengan menumpangi armada kapal KM. Wilis, (kapal milik PT. Pelni) langsung dari Pelabuhan Kalabahi.
Namun sayang, karena korban terbentur pada persoalan keterbatasan uang, hingga korban, tidak dimungkinkan untuk bisa sampai ke Pelabuhan Kalabahi.
“Dalam kaitan itu, dimohonkan bantuan kerjasama semua pihak mulai dari masyarakat, relawan, Basarnas, pemerintah, TNI-AL, KPLP untuk bahu membahu membantu upaya pemulangan korban dari Desa Masapun menuju Pelabuhan Kalabahi,” harapnya. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









