Dalam kegiatan itu, menghadirkan sejumlah nara sumber diantaranya,
Kepada Kesbangpol Kabupaten SBB Frangky Taihuttu, membawakan materi tentang pengertian radikalisme. Konsep dasar yang memicu terciptanya paham radikalisme di Indonesia. Kemudian sasaran potensial dari penyebaran paham radikalisme. Faktor-faktor penyebab munculnya gerakan radikalisme
Selanjutnya kebijakan strategis pemerintah dalam mengantisipasi gerakan radikalisme, serta upaya yang telah dilakukan Pemerintah dalam penanganan gerakan radikalisme.
Kepala seksi Binmas Islam Kemenag Kabupaten SBB, Drs. Mas’ud Assel, membawakan materi tentang, eksistensi ulama dalam mewujudkan kesatuan dan persatuan bangsa. Peran ulama dalam pencegahan radikalisme dan intoleran, dan peran ulama dalam masyarakat majemuk.
Pastor Paroki Piru, Goris Matly, berbicara tentang indahnya Kebhinekaan, meninjau refleksi pastoral gereja Katolik terhadap agama lain. Gereja memaknai pluraritas Keagamaan, dan dialog kehidupan.
Sementara Ketua Klasis Seram Barat Pdt. Reny Haliwela, membawakan materi peran pemuda dan Organisasi Gereja Protestan Maluku dalam menjaga kedaulatan NKRI. GPM sebagai organisasi keagamaan. Hubungan GPM dengan Negara, Visi dan Misi GPM. Program dan kegiatan sebagai wujud kontribusi GPM. Sinergitas Gereja dan Polri.




