Cahill menjelaskan bahwa selama pengerahan terdapat konselor ketahanan dan rohaniwan militer. Angkatan Laut juga menggunakan Human Factors Councils, sebuah mekanisme untuk menilai berbagai faktor yang memengaruhi kesejahteraan personel serta mengidentifikasi langkah pencegahan terhadap berbagai risiko.
Namun, keluarga masih mengkhawatirkan kelelahan dan rendahnya moral para awak.
Cahill mengakui dampak pengerahan panjang tersebut terhadap keluarga dan personel militer.
“Kami mendengar dengan sangat jelas dampaknya terhadap keluarga, terhadap para personel militer, dan terhadap kemampuan jangka panjang kami untuk menjaga serta mempertahankan kesehatan pasukan,” ujarnya.
Keluhan lain menyangkut kondisi fasilitas di kapal. Para pemimpin Angkatan Laut mengakui pernah terjadi “sumbatan membandel” yang membuat sejumlah toilet di bagian tertentu kapal tidak dapat digunakan dalam waktu cukup lama.
Kekhawatiran mengenai jamur di kamar mandi juga disampaikan keluarga. Para pejabat Angkatan Laut menyebut sebagian kondisi yang dianggap jamur mungkin sebenarnya merupakan mildew, pertumbuhan akibat kelembapan.
Meski demikian, mereka mengatakan persoalan tersebut tetap diperiksa secara serius dengan melibatkan ahli higiene industri, termasuk memeriksa sistem ventilasi, kipas dan aliran udara di dalam kapal.











