Kepulauan Maluku, Negeri Tanah Goyang dan Air Turun Naik

oleh -80 views

Selamat Karena Konflik

Kejadian Tsunami Ambon 1950 dalam kenangan para saksi yang masih hidup merupakan peristiwa yang cukup unik. Sebagian penduduk yang wilayahnya tersapu ombak yang datang dari arah laut Banda, sebelumnya telah mengungsi ke hutan di wilayah yang lebih tinggi karena adanya konflik yang terjadi antara Tentara Nasional Indonesia dengan gerombolan bersenjata Republik Maluku Selatan atau RMS. Hal itu merupakan berkah di luar perkiraan siapapun juga. Bayangkan jika pada waktu itu penduduk tidak pindah ke wilayah yang lebih tinggi tentu akan timbul korban jiwa yang tidak sedikit.

Setidaknya tiga kali gempa terasa pada waktu berdasarkan keterangan beberapa orang saksi yang masih hidup hingga saat pembuatan buku. Gempa yang pertama dikatakan kurang begitu kuat, yang kedua sedikit kuat dan yang ketiga paling kuat.

Baca Juga  Kapal Kandas di Perairan Benjina, Tim SAR Berhasil Evakuasi 44 Penumpang

Gempa itu diiringi dengan bunyi gemuruh yang sangat keras. Setelah itu disusul dengan datangnya tiga gelombang besar setelah sebelumnya laut terlihat surut. Gelombang pertama kecil, yang kedua sedikit besar dan yang ketiga besar sekali. Tinggi gelombang diperkirakan antara 2 hingga 3 meter.

Dari sejumlah kesaksian praktis tidak ada korban jiwa kecuali satu di negeri Hutumuri. Itu karena ada satu orang yang dalam kondisi lumpuh karena lepra sehingga dia tidak dapat ikut lari mengungsi bersama penduduk lainnya, tatkala ada peringatan konflik bersenjata.