Kepulauan Maluku, Negeri Tanah Goyang dan Air Turun Naik

oleh -81 views
Data dampak gempa BNPB

Kejadian gempa bumi yang terjadi pada Kamis 26, September 2019, hingga tulisan ini dibuat telah mengakibatkan 19 orang meninggal dunia. Padahal pada Juli lalu, tepatnya di Labuha, Maluku Utara, telah terjadi gempa yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia. Meski tidak sedahsyat bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, satu tahun yang lalu, Maluku merupakan wilayah yang dalam sejarah memiliki tingkat kegempaan dan tsunami yang paling tinggi di Nusantara.

Ambon 1950

Sebuah buku telah dibuat khusus untuk mencatat kegempaan dan bencana yang terjadi di wilayah Kepulauan Maluku. Buku yang berjudul Air Turun Naik di Tiga Negeri, diterbitkan Unesco bekerja sama dengan Indian Ocean Tsunami Information Center, pada 2016.

Baca Juga  Tuduhan kepada Tokoh Bangsa Jusuf Kalla Salah Kaprah dan Bentuk Gagal Paham

Ambon pada 1950 diterjang gempa yang mengakibatkan tsunami. Sayangnya, pada saat kejadian itu berlangsung sangat sediki informasi yang mencatatnya. Salah satu faktor yang menyebabkan minimnya catatan bencana pada waktu itu adalah kondisi sosial politik yang masih bergolak. Buku ini adalah upaya untuk mencatat kembali kejadian yang menimpa Hutumuri, Hative Kecil, dan Galala pada siang hari, Minggu 8 Oktober 1950. 

Data Seismograf pada waktu itu menunjukkan pusat gempa terjadi bagian selatan laut Maluku pada kedalaman 20 km dengan momen magnitude sebesar 7,3 Skala Richter. Sumber lain menyebutkan 7,6 Skala Richter.