Ketika Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Hanya Rutinitas Semata

oleh -18 views

Oleh: T.M. Jamil, Associate Profesor, Akademisi dan Pengamat Politik, USK, Banda Aceh

SETIAP tanggal 20 Mei, kita selalu memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Harapan yang diletakkan pada peringatan tersebut adalah munculnya kembali rasa nasionalisme seluruh anak bangsa yang dirasa semakin hari semakin pupus. Namun kadangkala generasi muda kita banyak yang lupa bahwa hari ini merupakan Hari Kebangkitan Nasional ke 116. Dari tahun ke tahun Kebangkitan Nasional hanya diperingati secara seremonial saja. Itupun greget nasionalismenya mulai hilang, hanya hiburan semata. Tak dan kurang memiliki makna mendalam tentang arti kebangkitan itu sendiri. Slogan-slogan kebangkitan pun seakan menjadi nyanyian kosong yang kehilangan irama. Terbukti dengan semakin memburuknya krisis yang terjadi di negeri ini. Lalu, harapan munculnya kembali rasa nasionalisme itu kapan akan terjadi? Semoga Allah Swt memberikan kita kekuatan dan petunjukNya.

Baca Juga  LPKA Ambon Gelar Razia Wisma Hunian Anak Binaan

Dari sini jelas bahwa bangkitnya kesadaran nasionalisme sebuah bangsa tidak bisa dengan melalui perayaan peringatan se-gebyar apapun. Ia tidak bisa dibangkitkan dengan cara-cara instant semacam itu. Persoalannya, jika dengan cara-cara peringatan hari besar nasional seperti itu tidak bisa membangkitkan rasa nasionalisme warga bangsa ini, lalu dengan cara apa? Dari mana memulainya? Atau, memang di era milenial borderless ini tidak lagi dibutuhkan nasionalisme bagi sebuah bangsa? Astargfirullahal ‘Adhiem.

No More Posts Available.

No more pages to load.