Ketika Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Hanya Rutinitas Semata

oleh -612 views

Di tengah kepungan arus ideologi dunia dan pusaran arus budaya global yang telah menggerogoti semangat kebangsaan sehingga melemahkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, maka perlu adanya penguatan pemahaman sejarah dan akar-akar tradisi bangsa Indonesia. Hal ini bukan dimaksudkan untuk membanggakan diri yang bisa membuat bangsa ini terjebak dalam sikap narsis.

Pemahaman sejarah dimaksudkan untuk dapat menggali nilai dalam setiap penggalan sejarah bangsa untuk dijadikan referensi hidup agar bisa bersikap kritis terhadap keadaan dan pemikiran dari bangsa lain. Sedangkan pemahaman tradisi dimaksudkan sebagai jangkar untuk membentuk karakter diri sekaligus sebagai sumber kreatifitas membangun budaya alternatif di era global. Dengan cara ini rasa bangga sebagai bangsa akan tumbuh sehingga martabat bangsa akan dapat dikembalikan.

Baca Juga  Prevalensi Ketidakcukupan Pangan Maluku Barat Daya Capai 30,73 Persen pada 2025

KETIKA MAKNA BERUBAH. Bergesernya makna Hari Kebangkitan Nasional saat ini sangat terasa dengan adanya beberapa peristiwa yang begitu menyakitkan seperti terorisme. Hujat menghujat, menghina dan lain-lain apalagi di tahun politik seperti saat ini. Di mana etika moral budaya kita sedikit demi sedikit mengalami degradasi.

Hal ini disebabkan oleh perilaku beberapa anak bangsa yang tidak memaknai betapa pentingnya Kebangkitan Nasional ini yang kita rayakan setiap tanggal 20 Mei ini. Yaitu, untuk membangkitkan kembali rasa nasionalisme bangsa ini yang selama ini sudah sangat memprihatinkan. Kita bisa lihat beberapa tokoh yang melakukan provokasi-provokasi dengan membuat statemen yang mengarah kepada perpecahan di antara kita.

No More Posts Available.

No more pages to load.