Momen merayakan Hari Kebangkitan Nasional harus kita lakukan untuk mengenang perjuangan para pahlawan saat itu. Tapi perayaan tersebut bukan sekadar seremoni belaka. Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai secara serius oleh kita semua. Esensi semangat kebangkitan nasional harus terefleksikan dalam tutur kata, perilaku dan tindakan kita. Kita harus bangkit dari keterpurukan karena telah menafikan nilai-nilai luhur Pancasila. Indonesia harus bangkit dari ketidakjujuran, ketamakan atau keserakahan yang menggerus integritas para elite dan aktor di legislatif, eksekutif dan yudikatif.
Semangat hari kebangkitan harus tetap dikobarkan di tengah menurunnya idealisme dan nasionalisme yang terasakan akhir-akhir ini. Karena itu kesadaran berbangsa dan bernegara harus ditingkatkan secara berkesinambungan melalui berbagai hal. Komitmen para pemimpin sangat diperlukan untuk menunjukkan keberpihakannya pada esensi atau makna hakiki Hari Kebangkitan Nasional. Esensinya jelas bukan hanya pada besarnya jumlah pembangunan fisik semata (meskipun ini perlu), tapi lebih dari itu adalah pembangunan SDM, warga negara secara substantif.
Masalahnya bagaimana membangun nilai-nilai yang menjadi karakter bangsa secara berkesinambungan. Bagaimana membangun nilai-nilai kemanusiaan(kesadaran berbangsa dan bernegara), kemajemukan dan kebersamaan yang hakiki diantara warga. Bagaimana menciptakan dan menumbuhkembangkan rasa damai yang sarat dengan kebersamaan untuk mewujudkan daya saing dan kesejahteraan rakyat.









