Ketika Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Hanya Rutinitas Semata

oleh -614 views

Hari Kebangkitan Nasional adalah sarana untuk memperkuat fondasi bernegara dan berbangsa. Praktik demokrasi yang berlangsung sejak 1998 seharusnya mampu mengeliminasi dan atau mengurangi praktik KKN (kolusi, korupsi dan nepotisme). Sejauh ini pemerintahan yang demokratis (good governance) belum seluruhnya terbangun.

Secara umum, pemimpin dan atau penguasa di semua jenjang pemerintahan belum mengambil peran penting untuk mendorong kemajuan. Sebaliknya, mereka yang melanggar hukum, etika dan moral justru malah enggan mengundurkan diri dari jabatannya meskipun rakyat memintanya mundur. Karena itu sudah saatnya menyosialisasikan dan mendorong agar pejabat negara/publik yang melanggar hukum merasa malu dan dengan suka rela mundur. Nilai-nilai budaya baru ini perlu menjadi bagian tak terpisahkan dari peringatan hari Kebangkitan Nasional kali ini.

Baca Juga  Dankodaeral IX Uji Langsung Kemampuan Menembak PJU dan Kasatker di Ambon

Menjelang 79 tahun merdeka, inilah titik kulminasi bagi bangsa Indonesia untuk bangkit memperbaiki mental dan menghadirkan mentalitas baru yang mununjukkan empati tinggi dalam mewujudkan Indonesia baru yang sarat dengan nuansa nilai-nilai positif: beretika, bermoral, berkeadaban, santun dan berkontribusi konkrit via karya-karya nyata untuk kemajuan negeri.

No More Posts Available.

No more pages to load.