Kisah Amr bin al-Jamuh, Sahabat yang Mencari Surga dengan Kaki Pincangnya

oleh -442 views

Ketika Perang Uhud diumumkan, Amr ingin ikut berperang bersama para pemuda meski usia dan kondisinya tidak lagi prima. Ia percaya bahwa kesempatan meraih syahid adalah jalan langsung menuju surga yang harus ditempuh.

Anak-anaknya khawatir melihat ayah mereka yang renta ingin bertempur. Mereka berusaha menahan keinginan Amr dengan alasan Allah telah mengampuni dosa-dosanya dan membebaskannya dari kewajiban berperang.

Namun Amr tidak ingin menerima alasan itu. Hatinya yakin bahwa kakinya yang pincang tidak akan menghalanginya untuk menapaki jalan Allah dan menggapai pahala tertinggi.

Dengan tekad yang kuat, Amr mendatangi Rasulullah SAW untuk meminta izin berjihad. Beliau mendoakan agar Allah memberikan kesyahidan baginya, meneguhkan niat Amr untuk berangkat ke medan perang.

Di medan laga, Amr tampil gagah di garis depan. Ia melangkah meski pincang, mengangkat senjata, dan seraya berseru bahwa ia merindukan surga dengan setiap nafasnya.

Baca Juga  Kejati Maluku Dikabarkan Segera Umumkan Tersangka Kasus Korupsi Air Bersih Pulau Haruku

Putranya Khallad turut berjuang di belakangnya, menjaga ayah dan Rasulullah SAW dari serangan musuh. Ayah dan anak ini menjadi tim yang tak tergoyahkan, menunjukkan keberanian dan keteguhan iman yang luar biasa.

Kedua ayah-anak itu berjuang tanpa kenal takut hingga akhirnya keduanya syahid. Amr meninggal dengan hati penuh kepuasan karena berhasil menunaikan niatnya untuk meraih syahid, meski tubuhnya lemah.

No More Posts Available.

No more pages to load.