Uwais al-Qarni meninggal dunia ketika dalam perjalanan dari medan perang, yaitu perang Siffin antara golongan Ali bin Abi Thalib dan golongan Muawiyah dan Uwais berada pada golongan Ali bin Abi Thalib. Beliau terserang penyakit dan meninggal pada tahun 39 H.
Kisah Uwais tetap relevan karena mengajarkan bahwa kedudukan seseorang di sisi Allah SWT tidak ditentukan oleh status sosial atau popularitas, tetapi oleh kebersihan hati dan kemurnian niat. Dari baktinya kepada ibu, kita belajar bahwa amal yang sederhana dapat mengangkat seorang hamba ke derajat tertinggi. Dari kecintaannya kepada Nabi Muhammad SAW, kita memahami bahwa keimanan tidak selalu tampak dari perjumpaan fisik, tetapi dari ketaatan yang konsisten. Dan dari kesederhanaannya, kita diajak melihat bahwa ketenaran di bumi tidak sebanding dengan ketenaran di langit.
Sumber: detikhikmah









