“Kami mendesak Polres SBB bergerak cepat. Jangan sampai persoalan yang terjadi dini hari ini dibiarkan berkembang hingga memunculkan aksi susulan. Langkah pencegahan harus dilakukan sejak awal,” ujarnya.
Fahrul berharap proses penanganan dilakukan secara profesional, transparan, dan tidak memihak sehingga masyarakat memperoleh kepastian hukum.
Jaga Orang Basudara, Jangan Ada Aksi Balasan
Selain mendesak kepolisian, KNPI SBB mengajak pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemuda dari kedua wilayah ikut mengambil peran menjaga keamanan dan ketertiban.
Dia menilai persoalan yang terjadi harus diselesaikan melalui jalur hukum, komunikasi, dan pendekatan persaudaraan, bukan melalui aksi main hakim sendiri.
Pesan tersebut dinilai penting mengingat masyarakat di kedua wilayah memiliki hubungan sosial dan kekerabatan yang harus tetap dijaga.
“Jangan sampai karena persoalan ini hubungan orang basudara menjadi rusak. Kita harus menjaga keamanan bersama. Kalau ada persoalan hukum, percayakan kepada aparat untuk memproses sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Fahrul Kaisuku berharap Polres SBB memberikan perhatian serius dan segera mengambil langkah konkret di lapangan.
Menurut Kaisuku, penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan pendekatan persuasif dan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar persoalan tidak berkembang menjadi gesekan baru di tengah masyarakat.









