Kolatlena Temukan Sejumlah Permasalahan Saat Reses di SBT

oleh -213 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Anggota DPRD Provinsi Maluku, Alimudin Kolatlena temukan sejumlah permasalahan saat melakukan reses di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), tepatnya di Kecamatan Werinama dan Kecamatan Siwalalat.

Menurutnya, ada 3 hal yang menjadi prioritas, yang pertama terkait akses layanan internet dan Telkomsel di kedua Kecamatan tersebut. Di Siwalalat sendiri, kurang lebih ada 7 desa yang tidak teraliri jaringan internet. Begitu pun di Werinama terdapat beberapa desa juga yang belum mendapatkan akses internet terutama di daerah Utian Lima, yang merupakan daerah yang sangat terisolir baik dari akses internet maupun akses jalan.

Dirinya berharap dengan adanya program internet desa dari pemerintah provinsi dan program bakti dari pemerintah kabupaten bisa memprioritaskan wilayah-wilayah yang ada pada kedua kecamatan tersebut supaya bisa mendapatkan akses internet.

Baca Juga  Pelni Setop Operasional 7 Kapal Perintis di Maluku, Alasannya Bikin Miris

“Kita berharap kepada pemerintah provinsi kan ada program internet desa, tapi kan juga cukup terbatas. Di Kabupaten SBT juga ada program bakti, yang kemarin Komisi sempat ke Jakarta di Kominfo. Untuk provinsi Maluku ada 700 titik lebih dan yang paling banyak itu ada di Seram Bagian Timur, 151 titik dan itu rencananya akan dibangun di tahun 2021 sampai tahun 2022. Sehingga diharapkan wilayah-wilayah tersebut jadi prioritas supaya masyarakat bisa terlayani oleh akses internet maupun Telkomsel”, ujar Kolatlena kepada wartawan di Gedung DPRD Maluku, Senin (24/5/2021).

Dijelaskannya, permasalahan kedua yang ditemui pada kedua Kecamatan tersebut yakni adanya ancaman erosi dan abrasi, apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan.

Baca Juga  Pemkot Ambon Kembali Perpanjang Masa Transisi PSBB

“Di Werinama itu ada erosi sehingga terjadi pengikisan tanah dan ada beberapa kuburan yang sudah jatuh. Di Tunsai dan Abuleta juga terjadi abrasi dan itu mengancam pemukiman warga dan pemakaman umum juga”, bebernya.

Dirinya meminta agar Pemerintah Kabupaten bisa mengantisipasi dengan membangun tanggul penahan ombak maupun talud penahan erosi di aliran sungai.

Permasalahan ketiga yang ditemukan, yang menurutnya sangat krusial yaitu akses penghubung dalam hal ini jembatan.

Kolatlena menuturkan, bahwa di Werinama dan Siwalalat terdapat tiga jembatan sungai besar yaitu jembatan Bobot Masiwang yang pekerjaannya sudah bertahun-tahun tapi tidak ada progres yang baik dan kedua jembatan yang lain yaitu jembatan Wai Pulu dan Wai Tunsa, yang sempat bermasalah di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Baca Juga  10 Hari Jelang Pilwako Tikep, Relawan Bagus Optimis Menang Mutlak

“Dengan kondisi dan cuaca saat ini sangat meresahkan masyarakat karena itu satu-satunya akses dan satu-satunya alternatif. Kalau musim ombak begini, masyarakat mau tidak mau harus memaksakan diri untuk menyeberangi sungai meskipun arus banjirnya deras. Harta bahkan nyawa bisa terancam. Oleh karena itu, kami minta BPJN bisa konsisten dengan pernyataannya sehingga bulan Juli, jembatannya sudah ditender, karena ini sudah menjadi kebutuhan mendasar masyarakat yang disana. Jadi jangan lagi diulur-ulur supaya masyarakat bisa terbantu dengan akses yang baik”, tutupnya. (alena)

No More Posts Available.

No more pages to load.