Menurutnya, Iran sebelumnya belum pernah menghadapi perang langsung dalam skala seperti ini untuk mempelajari kemampuan militer AS secara nyata.
“Semakin lama perang ini berlangsung, semakin banyak pengalaman yang kami peroleh,” kata Naqdi.
Ia bahkan mengeklaim pengalaman selama beberapa bulan terakhir membuat Iran menilai kekuatan militer AS tidak sebesar yang sebelumnya mereka bayangkan.
“Kami juga melihat bahwa militer Amerika ternyata lebih lemah daripada yang kami bayangkan sebelumnya,” ujarnya.
Naqdi turut mengklaim Iran mampu memproduksi pesawat nirawak dan rudal dengan kecepatan yang melampaui tingkat penggunaannya dalam konflik.
Klaim tersebut, menurut dia, memungkinkan Iran mempertahankan kemampuan militernya untuk menghadapi perang dalam waktu panjang.
Jika persediaan persenjataan tersebut pada akhirnya menipis, Naqdi mengatakan Teheran masih memiliki opsi lain dengan menyasar kepentingan ekonomi AS di berbagai negara.
Ia menyebut terdapat ribuan kepentingan ekonomi Amerika di seluruh dunia yang dapat menjadi sasaran tekanan.
Trump Klaim Iran Tertekan
Pernyataan Naqdi muncul di tengah klaim dan narasi yang berlawanan dari Washington.
Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan tekanan terhadap Iran semakin meningkat. Ia juga mengklaim blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran telah membuat Teheran menghadapi tekanan ekonomi berat.










