Porostimur.com, Tidore – Seorang warga di Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara memanfaatkan rumahnya sebagai Fola Kadu (Rumah Karung) untuk membuat tas dari karung goni menjadi bahan yang bernilai ekonomis.
Kepada jurnalis Porostimur.com, Minggu (16/10/2022), Noval, warga RT 12 RW 02, Kelurahan Rum, Kota Tidore Kepulauan ini mengatakan, alasannya memberi nama Komunitas Fola Kadu, dikarenakan dia mempunyai ide memanfatkan karung yang dibuang warga menjadi tas maupun dompet.
Selain pengrajin tas karung goni, pria yang juga guru di Pasantren Bumi Hijrah, Ome ini sudah lama membuat tasnya, namun baru mulai dipasarkan pada tahun 2022.
“Kalau untuk buat tas dan dompet dari karung goni ini, sejak 2019 lalu, namun baru di 2022 baru mulai dipasarkan. Saya lihat karung ini adalah barang bekas yang kebanyakan orang membuat pengalas kaki dan dibuang begitu saja,” cerita Noval.
Menurutnya, pernah melihat karung goni yang dibuang begitu saja, sehingga dirinya berinisiatif mengambil dan mengembangkan menjadi tas dengan berbagai bentuk.
“Tas yang saya buat ini, mulai dari kecil hingga besar dan tas gantung. Ada juga dompet dan noken. Kalau ada pelanggan yang beli, tergantung pesanan mereka yang dibuat seperti apa. Apakah itu noken, dompet, dan tas lainnya,” tuturnya.









