Direncanakan pembuatan tas karung goni ini akan dipajang dalam pelaksanaan Sail Tidore pada November mendatang. Dia ingin memafaatkan moment tersebut untuk memasarkan produknya ke luar Tidore dengan harapan meningkatkan produknya lewat bahan-bahan lebih berkualitas.
“Kalau didorong agar lebih dikembangkan, saya menilai untuk karung goni masih sangat sulit didapatkan. Dengan itu, pemerintah kelurahan maupun pemerintah kota tidore kepulauan, khususnya Dinas Perdagagan, Koperasi, dan UMKM lebih perhatikan warga yang punya inovasi di Kelurahan Rum,” kata Noval.
Noval berharap, upayanya membuat tas karung goni ini, mampu mengurangi pengangguran di Kelurahan Rum.
“Paling tidak saya berharap bisa membantu mereka yang tidak memiliki pekerjaan. Hal ini, bertujuan membantu mereka dalam mencari rezeki dari hasil penjualan tas tersebut,” pungkasnya. (Culen)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










