Ameks Festival Sahur yang memadukan seni musik Islami samrah dengan musik khas Kota Ambon Totobuang yang digelar di bulan Ramadan ini terbilang unik. Hal itu terlihat pada bagaimana kemampuan mereka memadukan gerakan tubuh dan kekompakan mereka dalam satu kolaborasi seni qasidah dalam bermusik.
Di Ambon kelompok musik sahur dan qasidah memiliki banyak grup dan terpencar. Mereka ada pada setiap lingkungan yang muncul pada saat Ramadan tiba.
Demikian pula kelompok musik Totobuang. Mereka ini juga memiliki banyak grup. Ada grup musik Totobuang Desa Latuhalat, grup musik Totobuang Desa Soya, grup musik Totobuang Desa Hukurila, dan grup musik Totobuang Desa Ema.
Melihat bakat dan animo generasi muda kita dalam bermusik pada ajang festival sahur ini sudah seharusnya potensi mereka ini perlu dikelola dengan baik. Dan, sebagai kota yang oleh lembaga dunia UNESCO telah menetapkan sebagai Kota Musik Dunia seharusnya bakat dan potensi generasi muda kita semacam ini perlu ada pembinaan dari pemangku kepentingan dan para pekerja seni.
Ke depan tugas kita semua melalui ajang festival sahur ini bisa menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai bagian dari upaya untuk melestarikan dan memperkuat kohesi sosial di Tanah Manise. (*)








