“Membantu klub-klub menyokong pemain-pemain tersebut agar bisa menjadi diri sendiri baik di rumah dan di tempat kerja sungguh tak ternilai. Piagam ini dan dukungan yang menyertainya adalah sesuatu yang diperlukan dan disambut oleh klub-klub.”
Juru bicara klub Watford mengatakan pihaknya “gembira” melanjutkan kerja sama dengan Nujum.
“Kami merasa piagam ini akan membawa manfaat besar bagi kami dalam mendukung skuad utama, tim perempuan, dan akademi pemain.”
‘Membawa perubahan’

Melalui piagam ini, Nujum mendukung para atlet dalam keperluan sehari-hari hingga urusan keagamaan.
Para atlet nantinya diberi akses ke cendekiawan atau pakar Muslim untuk meladeni pertanyaan dan bantuan apapun di bidang agama.
Bahkan, organisasi ini juga memberikan paket hadiah ke 92 klub saat Ramadan.
Ayoub Assal, gelandang klub AFC Wimbledon yang berlaga di League One, menyebut piagam itu “membawa perubahan”.
Assal, yang mencetak empat gol dalam 16 laga bersama skuad utama AFC Wimbledon, berkata kepada BBC Sport, “Sebagai seorang Muslim, gaya hidup saya berbeda. Saya punya kewajiban salat lima waktu dan ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan, seperti mengonsumsi minuman keras.
“Piagam ini akan sangat membantu karena menjamin hak-hak setiap atlet Muslim. Kami akan mendapat makanan halal sehingga tidak berpikir dua kali saat pergi ke kantin dan mengira-ngira mau makan apa. Itu sangat penting.









