Lima Puisi Wirda Salong

oleh -492 views

PEREMPUAN YANG PIAWAI MERAWAT RINDU

Adalah perempuan paruh baya.
Berambug ikal bergelombang di rumahku.
Mari berkunjung di rumah sederhana kami.
Tempat segala cinta beranak pinak.
Akan kau temui dia, Inaku.
Inaku yang teramat piawai merawat rindu.
Kau akan disambut senyum malu-malu perempuan kampung.
Yang berharap kau tak malu-malu berada disini.
Sambil dipersilahkan duduk pada kursi sofa reot milik kami.
Kau akan disuguhi segelas teh panas dan sepiring “Ampas terigu” dengan harum kayu manis, buatan tangannya sendiri.
Yang menurut anaknya, adalah yang paling sedap sejagad.

Kau akan dengar langsung dari sudut bibirnya.
Cerita tentang lelaki sederhana miliknya.
Lelaki sederhana yang selalu pandai berguyon, pun membanggakan.
Perempuan berwajah sayu yang mulai mengeriput itu, begitu antusias memulai segala tentang lelaki penakluk hatinya itu.
Binar matanya mengatakan kerinduannya, namun begitu piawai ia merawatnya.
Lelaki yang beberapa tahun lalu menjadi penghuni bangsal rumah sakit, hingga akhirnya berpulang menuju-Nya, menuju keabadian.
Lelaki itu, Babaku.

Baca Juga  Pemprov Maluku Pertahankan Opini WTP, BPK Soroti Sejumlah Catatan Penting

(Negeri Lima, 16-Maret-2021)

========

WAE ELA YANG RESAH

(Mengenang 9 tahun, jebolnya bendungan Wae Ela, Negeri Lima 25-Juli-2014 – 25-Juli-2021).

Ada gunung patah, Ulak Hatu kami mengenalinya.
Sungai melebar sepanjang dikenang.
Lalu lalang eksafator, penanda jumawa manusia.
Ilalang-ilalang bersenandika, diatas tanah berdebu yang lapang.

No More Posts Available.

No more pages to load.