Lisabata–Patahuwe dan Luka yang Tak Pernah Benar-Benar Kering

oleh -223 Dilihat

Jangan Wariskan Api kepada Anak-Anak Kita

Barangkali sudah waktunya kita mengubah cara berpikir tentang konflik. Jangan hanya bertanya bagaimana menghentikan bentrokan ketika massa sudah berkumpul. Tanyakan pula mengapa bentrokan begitu mudah terjadi dan mengapa sebuah persoalan kecil dapat menemukan begitu banyak tenaga untuk membesar.

Jangan hanya mengirim aparat ketika ketegangan sudah berubah menjadi kerumunan. Bangun sistem yang mampu membaca konflik ketika ia masih berupa bisikan, ketika hubungan antarkelompok mulai renggang, ketika sebuah sengketa mulai menyimpan rasa tidak adil, dan ketika percakapan di tengah masyarakat mulai dipenuhi kecurigaan.

Jangan hanya menyelesaikan konflik setelah rumah terbakar. Selesaikan sengketa sebelum ia menemukan alasan untuk membakar rumah. Dan jangan hanya mengajarkan anak-anak Maluku tentang sejarah konflik; ajarkan pula kepada mereka bagaimana berdamai dengan sejarah itu.

Baca Juga  Patahuwe-Lisabata: Ketika Negara Tak Cukup Memadamkan Api

Sebab kita tidak mungkin menghapus masa lalu. Kita tidak bisa membuat rumah-rumah yang pernah terbakar seolah tidak pernah ada, tidak bisa mengembalikan orang-orang yang telah pergi, dan tidak bisa menghapus seluruh ketakutan yang pernah tumbuh di antara kita. Tetapi kita masih memiliki satu pilihan yang sangat penting: kita dapat memilih untuk tidak menjadikan masa lalu sebagai senjata bagi masa depan.

No More Posts Available.

No more pages to load.