Luhut Klaim 110 Juta Netizen Dukung Tunda Pemilu 2024, Pakar Medsos: Data dari Mana?

oleh -228 views

“Padahal user Twitter paling cerewet soal politik. Apalagi user kanal lain seperti IG, FB, persentase bisa lebih sedikit” ungkapnya.

Fahmi menilai, data 110 juta yang diklaim Luhut, mustahil. Dia menjelaskan, pengguna Facebook Indonesia tahun lalu berjumlah 140 juta.

“Asumsi 0.055% juga bahas isu ini, hanya dapat 77 ribu akun. Markup 10x = 777 ribu. Markup 100× = 7,7 juta. Markup 1000x = 77 juta”.

“Jadi impossible ada 110 juta yang ikut aktif bicara, kecuali dimarkup 1000x lebih datanya” tuturnya.

Sebelumnya, Luhut klaim pemilih Partai Demokrat, Gerindra dan PDIP mendukung usulan Pemilu 2024 ditunda dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Luhut mengklaim, temuan itu dia dapat berdasarkan big data berupa percakapan dari 110 juta orang di media sosial.

Baca Juga  Jelang Piala Dunia 2026, Kapolres Halsel Imbau Warga Jaga Kamtibmas

“Nah, itu yang rakyat ngomong. Nah, ini kan ceruk ini atau orang-orang ini ada di Partai Demokrat, ada di Partai Gerindra, ada yang di PDIP, ada yang di PKB, ada yang di Golkar, di mana-mana kan ceruk ini,” kata Luhut di kanal Youtube Deddy Corbuzier, Jumat (11/3).

Dia klaim bahwa, big data itu menunjukkan ketidaksetujuan rakyat soal penyelenggaraan pemilu pada masa pandemi.

Luhut mengklaim rakyat tak mau uang Rp110 triliun dipakai untuk menyelenggarakan pemilu. Dia juga menilai aspirasi-aspirasi dari masyarakat tersebut sebagai bagian dari demokrasi. 

No More Posts Available.

No more pages to load.