Made In Cina, Minus Sirsir dan Cakalang Banda

oleh -377 views

Tahun 2013 saya pernah ke Cina dan menyaksikan begitu tinggi penghormatan orang Cina kepada kaum Muslim di sana.

Saat salat Jumat tiba begitu banyak jamaah salat di Masjid Lie Peng yang berjubel di jalan raya di Kota Shanghai. Saat menikmati jajanan siang di sepanjang trotoar di jalur padat kendaraan di depan masjid itu tidak ada warga Cina yang berbeda keyakinan merasa terusik.

Di pelataran jalan raya tradisi yang telah berlangsung turun temurun setiap tiba hari Jumat antara lain munculnya penjual asongan yang umumnya muslim Cina dan muslim dari daratan Asia Tengah seperti Tajikistan, Afghanistan, dan Pakistan meluber di pinggir jalan masjid. Mereka adalah pedagang penjual asesoris dan kaligrafi Islam, busana muslim, tasbih, baju koko, gamis, kopia, dll.

Baca Juga  Demokrasi dan Mulut yang Dibungkam

Begitu dekatnya Cina dengan Arab, sampai-sampai ada sahabat Nabi Muhammad SAW bernama Abi Waqas begitu dihormati di Cina yakni dengan diabadikannya sebuah masjid tertua di dunia namanya Masjid Saad Bin Abi Waqqas.

Masjid ini letaknya berada di atas tanah seluas 5 Ha di Kota Guangzhou. Pemberian nama ini sebagai bentuk penghormatan atas jasanya menyiarkan Islam di tanah Tiongkok.

Tak jauh dari kompleks masjid yang dulunya bernama Dabeimen itu terdapat makam Saad Bin Waqqas. Saad Bin Waqqas sendiri adalah sahabat Rasulullah Muhammad SAW yang masih terbilang saudara dan menjadi penyebar Islam di Tiongkok kali pertama pada zaman kekhalifahan Usman Bin Affan.

No More Posts Available.

No more pages to load.