Oleh: Indri Yani Sukiman, Delegasi IAIN Ambon pada kegiatan DIKLAT PIMNAS 2021
SEORANG dosen tata negara yang kebetulan menjadi coach (pelatih) debat, menerima informasi dari panitia kegiatan POROS INTIM 2021 beberapa minggu lalu. Ia dengan terbuka, menyebarkan informasi itu kepada mahasiswa. Setelah Informasi itu sampai ke mahasiswa lewat jurusan masing-masing, kami pun meneguk seleksi itu dengan dingin.
Hampir seminggu, seleksi itu dijalankan dan kami keluar sebagai delegasi IAIN Ambon pada tangkai lomba debat konstitusi POROS INTIM 2021. Sebagai delegasi, kami diberi juknis lomba untuk mempelajari mosi-mosi lomba debat tersebut. Setelah mempelajari, adrenalin kami tertantang pada mosi utama, yakni “konsep moderasi agama dalam upaya menangkal intoleransi radikalisme dan terorisme”
Moderasi beragama, sebagai gelombang baru untuk Indonesia yang raya dan jaya. Regulasi yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan di kalangan kaum intelektual, termasuk juga menjadi tema yang cukup hangat untuk bahan diskusi mahasiswa terkait regulasi baru tersebut.
Pemerintah lewat Kemenag RI berupaya dengan berbagai cara baik melalui media masa, sosialisasi bahkan berbagai kegiatan yang melibatkan mahasiswa untuk penerapan regulasi moderasi beragama tersebut. Pernah dijadikan sebagai salah satu mosi Debat Konstitusi dalam ajang POROS INTIM 2021 dan juga dijadikan materi dalam kegiatan DIKLAT PIMNAS 2021.









