Maka Pulanglah & Dua Puisi Lain Nuriman Bayan

oleh -234 views

2022.

======

DI ANTARA PENING DERING DAN KERING

Bukan jarak yang ayah keluhkan atau musim yang datang tak menentu. Atau sibu-sibu yang berembus tak ayah duga, yang berkali-kali bikin ayah basah. Bukan itu. Ayah pelaut, jarak, musim, angin, arus, dan ombak adalah guru, dan laut adalah sekolah, madrasah tempat ayah belajar. Ikan-ikan adalah ilmu, siang-malam ayah kering-basah di laut untuk itu, dan ayah butuh biaya untuk mendapatkan itu. Jarak terlalu jauh untuk ayah berdayung apalagi berenang. Ayah butuh mesin, dan mesin butuh minyak, minyak yang harganya tidak bikin kepala ayah pening, tidak bikin hati ibu berdering, tidak bikin nasib kami kering.

Baca Juga  Petugas KPPP Babang Sita 25 Botol Cap Tikus Saat Pengamanan KMP Lompa

Maka terimalah kedatangan kami ini dengan hati, tanpa dengki dan benci. Suara ini adalah suara ayah, ayah yang tubuhnya basah dan berkilau. Suara ini adalah suara ibu, ibu yang berbulan-bulan mengandung, ibu yang melahirkan, yang setiap hari matanya basah. Jangan lagi basahi kami dengan gas air mata, sebab cukup sudah kami berair mata.

Terimalah kedatangan kami ini dengan hati, tanpa dengki dan benci, maka yang kalian dengar bukan lagi suara kami, tapi suara Indonesia: negeri yang berkali-kali makan hati dan patah hati.

2022.

No More Posts Available.

No more pages to load.