Kapan Ya’juj dan Ma’juj Akan Keluar?
Meskipun sangat kokoh, tembok tersebut tidak akan bertahan selamanya. Zulqarnain sendiri menyadari bahwa bangunan itu hanya akan tetap berdiri selama Allah SWT menghendakinya.
Kelak, ketika waktu yang telah ditetapkan Allah tiba, tembok itu akan dihancurkan. Saat itulah Ya’juj dan Ma’juj akan keluar kembali dan menyebar ke berbagai penjuru bumi.
Mereka akan bercampur dengan manusia dan menimbulkan kerusakan dalam skala yang sangat besar sebagai salah satu tanda menjelang hari kiamat.
Menurut penjelasan ulama tafsir, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj termasuk salah satu tanda besar akhir zaman.
As-Suddi menjelaskan bahwa peristiwa tersebut akan terjadi ketika mereka keluar ke tengah-tengah manusia sebelum hari kiamat tiba dan setelah munculnya Dajjal.
Hal ini juga sejalan dengan berbagai hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa keluarnya Ya’juj dan Ma’juj merupakan rangkaian peristiwa besar yang akan terjadi menjelang berakhirnya kehidupan dunia.
Dalam hadits dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj sedang berusaha keras melubangi dinding setiap hari, sampai apabila mereka melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berkata: ‘Pulanglah, kalian akan melubanginya besok.’ Kemudian esok harinya mereka kembali melubangi dinding itu dan bekerja lebih kuat dari yang kemarin, sehingga jika waktunya telah tiba, Allah akan mengirimkan mereka kepada manusia sesuai dengan keinginan-Nya. Sehingga apabila mereka melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berseru: ‘Pergilah, kalian akan melubanginya besok, insya Allah, -bisa juga kiranya dia mengucapkan kata pujian itu-.’ (Namun ketika) mereka kembali hendak melubanginya, ternyata dinding itu sudah seperti keadaan semula saat mereka tinggalkan (kemarin). Tapi mereka terus melubanginya dan (akhirnya) berhasil keluar menyerbu manusia. Mereka mengeringkan air dan orang-orang berlindung di benteng-benteng. Mereka melepaskan anak panahnya ke langit, lalu anak-anak panah itu kembali dengan berlumuran darah. Mereka berkata dengan sombong: “Kita telah mengalahkan penduduk bumi dan langit.” Kemudian Allah mengirimkan sejenis ulat pada tengkuk mereka hingga mereka mati. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Demi yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya binatang melata di bumi akan menjadi kenyang dan gemuk karena dapat makan daging dan darah mereka.’” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan Al-Hakim)









