Porostimur.com, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menegaskan Blok Masela harus mulai berproduksi pada 1 Januari 2030. Jika tidak terlaksana, pemerintah akan mengevaluasi rencana pengembangan atau plan of development (PoD) salah satu ladang migas terbesar di Indonesia ini.
“Pada 2030 tanggal 1 Januari (Blok Masela) sudah harus on-stream,” ujarnya ketika ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (1/9/2023).
Arifin menyatakan, jika tidak mencapai target tersebut, pemerintah akan mengevaluasi rencana pengembangan Blok Masela sebab sudah lebih dari 15 tahun WK Migas ini mangkrak.
“Dari 15 tahun (proyek tidak jalan), kemarin kan janjinya 2027 kemudian Shell cabut sehabis itu pandemi Covid-19, ya oke lah. Ada sedikit pertimbangan sampai 2030 tanggal 1 sudah harus produksi,” tegasnya.
Arifin menyatakan, tenggat produksi Blok Masela akan mendukung target pemerintah mencapai target produksi minyak sebesar 1 juta barel dan gas 12 BSCFD pada tahun 2030.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto menegaskan setelah 2030, kemampuan dukungan industri hulu migas untuk pemenuhan kebutuhan gas domestik menjadi semakin kuat seiring dengan selesainya Proyek Abadi Masela yang dijadwalkan onstream di 2029.










