Nicke turut menjelaskan, salah satu pertimbangan Pertamina baru memutuskan masuk dalam pengembangan Masela yakni karena gas merupakan salah satu komoditas yang diperlukan sebagai bahan bakar transisi energi.
Pengelolaan Blok Masela diyakini dapat mewujudkan target untuk menjaga ketahanan suplai gas.
Selain itu, Pertamina memastikan nantinya pengembangan Blok Masela bakal mengombinasikan pengembangan darat dan laut.
“Untuk eksplorasinya di offshore, untuk produksi dan penyimpanan gas menggunakan floating LNG Plant di onshore, nanti CCUS di onshore. Ini kita yakini (menjadi) cara paling cepat, paling efisien dan efektif mengakomodasi semua aspirasi yang ada,” pungkas Nicke. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










