Mulai anarkis, demo HMI-GMNI di Unpatti dibubarkan polisi

oleh -68 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Dikarenakan sudah mulai menunjukkan anarkisme, demonstrasi yang digelar Hmpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di kompelks Universitas Pattimura (Unpatti), Rabu (26/9) sekitar 09.00 Wit, akhirnya dibubarkan aparat kepolisian setempat.

Pasalnya, para demonstran saat itu sudah mulai mulai mengganggu ketertiban umum, tepatnya menyandera 1 unit mobil tangki Pertamina, yang menyebabkan kemacetan total arus lalu lintas.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan dari tubuh Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Teluk Ambon, menyebutkan sebelum dibubarkan kepolisian, massa berdemonstrasi di depan Fakultas Ekonomi (Fekon) Unpatti.

Link Banner

Demonstrasi ini diikorrdinir oleh mahasiswa Fakultas Hukum Unpatti, Bill Mooke.

Setelah berkumpul di depan Fekon Unpatti, para demonstran kemudian mengajak rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk terlibat sama-sama melakukan unjuk rasa.

Baca Juga  Presiden Jokowi Umumkan Darurat Sipil Dalam Penanganan Virus Corona

Tiba di samping Gedung Registrasi Unpatti, para demonstran kemudian melanjutkan aksinya  ke depan Kantin Puja Sera Unpatti dan kembali melakukan orasi dengan tuntutan yang sama.

Sesudah melakukan orasi, para demonstran kemudian long march menuju Pos II Kampus Unpatti, keluar di depan gerbang II di Jalan Ir. M. Putuhena Kelurahan Tihu.

Ternyata sambil kembali melakukan orasi yang sama, para demonstran kemudian menghentikan kendaraan tanki mikik PT. Pertamina Wayame.

Akan pembubaran aksi unjuk rasa ini, dibenarkan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Teluk Ambon, Ipda Julkisno Kaisupy, saat berhasil dikonfirmasi wartawan secara terpisah.

Meski enggan berkomentar panjang Kaisupy membenarkan pembubaran oleh pihaknya setelah para demonstran sudah mulai menyandera mobil tangki milik Pertamina.

Baca Juga  Belum ada kepastian Jokowi hadiri Pesparani

Para demonstran sudah diarahkan pihaknya ke dalam kompleks Kampus Unpatti Ambon dan membubarkan diri tanpa menyebabkan keributan lainnya. (keket)