Janji Pemprov bangun rumah ibadah di SBB, tinggal janji

oleh -104 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Hingga saat ini, Masjid di Desa Masawoy dan Gereja di Desa Tomalehu Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), masih belum dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.

Padahal, hanya tinggal beberapa bulan lagi masa jabatan Said Assaagaff – Zeth Sahuburua akan berakhir.

Mirisnya lagi, pembangunan kedua gedung kerohanian ini, dijanjikan Assagaff kepada masyarakat SBB saat Pemprov menggelar Rapat Kerja Daerah (Rekarda) Pemprov Maluku, di Pulau Manipa, Kabupaten SBB, 15-16 Maret 2017 lalu.

Saat itu, Assagaff menjanjikan Pemprov Maluku akan membantu pembangunan mesjid sebesar Rp 700 juta, sedangkan gereja Rp 1 milyar.

Saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Selasa (25/9), hal ini pun tidak dibantah Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Zeth Sahuburua.

Baca Juga  Sultan Tidore Sumbang APD untuk Puskesmas di Kota Ternate

Kendala akan masih banyaknya program pemerintah yang harus dituntuskan, akunya, menyebabkan keterlambatan pembangunan kedua rumah ibadah dimaksud.

”Memang kita janjikan kepada masyarakat disana, tapi kita lupa. Ya, manusia kan tetap punya kekurangan. Lagipula, ada banyak program pemerintah yang harus dituntaskan lebih awal,” kata

Menurutnya, pihaknya melihat pembangunan di Maluku secara keseluruhan dan bukan hanya terfokus pada satu daerah tertentu semata.

Meski demikian, jelasnya, pihaknya akan menindaklanjuti pembangunan dimaksud dalam anggaran tahun 2019 nanti.

”Andaikata tidak bisa tertampung di tahun ini, maka kita upayakan pada anggaran 2019, masalah ini bisa ditampung,” jelasnya.

Terpisah, pernyataan Sahuburua ini menuai tangapan keras dari anggota DPRD Maluku dari Kabupaten SBB, Abdurasid Kotalima.

Baca Juga  5 hari menghilang 2 nelayan Ambon belum ditemukan

Menurutnya, pengalihan pembangunan kedua gedung ibadah ini dianggarkan ke tahun 2019 , terkesan Pemprov mencuci tangan.

Pasalnya, yang menjanjikan pembangunannya adalah Assagaff-Sahuburua, sementara realisasi pembangunannya justru diwariskan kepada pemerintahan berikutanya yang dinahkodai Murad Ismail – Barnabas Orno.

”Kalau Pak Sahuburua katakan nanti diupayakan ditampung pada anggaran 2019, maka itu sangat mustahil. Yang janji siapa, lalu mau dilempar pada 2019? Sementara ini adalah penghujung dari masa jabatan Said Assagaff-Zeth Sahuburua,” tegasnya.

Masalah dimaksud, akunya, sudah disuarakannya berkali-kali dalam kesempatan rapat bersama antara DPRD Maluku dengan Pemprov Maluku, namun seolah tak tertanggapi.

”Setiap rapat paripurna di DPRD Maluku, saya selalu suarakan masalah ini kepada Pemprov Maluku. Tapi, tidak ada respon baik. Sampai-sampai saya dituding masyarakat Manipa sebagai legislator dapil V Manipa, Kelang, Buano sebagai orang yang tidak bisa memperjuangkan aspirasi mereka,” timpalnya.

Baca Juga  Hanya 22 peserta ikuti seleksi MTQ Korpri IV tingkat nasional

Malahan, tambahnya, kesan yang muncul belakangan atas sikap Pemprov ini hanyalah janji manis semata, namun realisasi hampa belaka.

”Saya minta pak Assagaff-Sahuburua jangan hanya indah pada pernyataan tapi kosong pada kenyataan. Pembuktian itu kata-kata dengan karya nyata bukan kata-kata tanpa apa-apa,” pungkasnya. (shinta)