Niat PKI untuk Mengganyang dan Membubarkan HMI

oleh -429 views

Penghancuran di Level Pemuda Islam

Dengan Kepres Nomor 139/1963, tanggal 10 Juni 1963, Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dinyatakan bubar. Alasannya karena terlibat pengeboman presiden di Cikini, 30 November 1957 dan peristiwa penembakan presiden pada saat sholat Idul Adha di lapangan Ikada, 1962. Lalu, GPII bubar.

Penghancuran di Level Pelajar Islam

Pelajar Islam Indonesia (PII) tidak lepas dari target gerpol PKI dan anteknya untuk dibubarkan. PII pecah (dipecah) dua: PII Menteng dan PII jalan Bungah, adalah bagian dari strategi untuk mengantisipasi jika PII Menteng dibubarkan, masih ada PII jalan Bungah. Para pengurus tidak memahami bahwa pecahnya PII adalah bagian dari strategi politik semata. Ada yang berkelahi fisik sesama pengurus.

Penghancuran di Level Mahasiswa Islam

Baca Juga  Republik Ceko Comeback ke Piala Dunia 2026, Bawa Ambisi Bangkit dari Penantian 20 Tahun

PKI nyaris berhasil menghancurkan kekuatan politik Islam. Di tingkat partai politik dan pemuda Islam sudah berhasil. PII konflik internal. Nah, tinggal penghancuran di tingkat mahasiswa dengan sasaran: HMI.

Banyak peristiwa dan opini untuk mendesak agar Soekarno membubarkan HMI. Dari peristiwa Utrect di Universitas Brawijaya Cabang Jember, yang melarang HMI hidup di kampus.

Lalu, CGMI dan kawan seideologi mengeluarkan HMI dari anggota Perserikatan Perhimpunan Mahasiswa Islam (PPMI). Mereka berhasil. Oktober 1964 HMI diskors dari keanggotaan PPMI. Hal ini berlanjut pada upaya terus untuk pelarangan kader HMI di Majelis Mahasiswa Indonesia (MMI) agar HMI tidak dapat menjabat di organisasi intra kampus, seperti di UI, ITB, UGM, IPB, Unpad, Unhas, USU, dan lainnya. Semua tantangan ini dihadapi pantang mundur oleh kader HMI.

No More Posts Available.

No more pages to load.